السبت، 16 مارس 2013


KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA Keragaman budaya adalah keniscayaan yang ada di bumi Indonesia . keragaman budaya Indonesia adalah sesuatu yang tidak dapat di pungkiri keberadaanya. Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok sukubangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada di daerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal terbesar di pulau – pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda. Pertemuan=pertemuan dengan budayaan luar juga mempengaruhi proses asimilasi kebudayaan yang ada di Indonesia. Kemudian juga berkembang dan meluasnya agama-agama besar di Indonesia turut mendukung perkembangan kebudayaan Indonesia sehingga mencerminkan kebudayaan agama tertentu. Bias di katakana bahwa Indonesia adalah salah satu Negara dengan tingkat keanekaragaman budaya atau tingkat heterogenitasnya yang tinggi. Tidak saja keanekaragamanbudaya kelompok sukubangsa namun juga keanekaragaman budaya dalam konteks peradaban, tradisional hingga ke modern, dan kewilayahan. Dengan keanekaragaman kebudayaan Indonesia dapat dikatakan mempunyai keungulan di bandingkan dengan Negara lainya. Indonesia mempunyai potret kebudayaan yang lengkap dan bervariasi. Dan tak kalah pentingnya, secara social budaya dan politik masyarakat Indonesia mempunyai jalinan sejarah dinamika interaksi antar kebudayaan yang di rangkai sejak dulu. Interaksi antar kebudayaan di jalin tidak hanya meliputi antar kelompok sukubangsa yang berbeda,namun juga meiliputi antar peradaban yang ada di dunia. Labuhnya kapal-kapal portugis di banten pada abad pertengahan missal nya telah membuka diri Indonesia pada lingkup pergaulan dunia internasional pada saat itu. Hubungan antar pedagang Gujarat dan pesisir jawa juga memberikan arti yang penting dalam membangun interaksi antar peradaban yang ada di Indonesia. Singungan-singungan peradaban ini pada dasarnya telah membangun daya elasitas bangsa Indonesia dalam berinteraksi dengan perbedaan. Disisi yang lain bangsa Indonesia juga mampu menelisik dan mengembangkan budaya local di tengah-tengah singgunagn antar peradaban itu. Bukti sejarah Sejarah membuktikan bahwa kebudayaan di Indonesia mampu hidup secara berdampingan ,saling mengisi, dan ataupun berjalan secara parallel. Misalnya kebudayaan kraton atau kerjaan yang berdiri sejalan secara parallel dengan kebudayaan berburu meramu kelompok masyarakat terentu. Dalam konteks kekinian dapat kita temui bagaimana kebudayaan masyarakat urban dapat berjalan parallel dengan kebudayaan rural atau pedesaan, bahkan dengan kebudayaan berburu meramu yang jauh hidup terpencil. Hubungan-hubungan antar kebudayaan tersebut dapat berjalan terjalin dalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika” , dimana bisa kita maknai bahwa konteks keanekaragamanya bukan hanya mengacu kepada keanekaragaman kemlompok sukubangsa semata namun kepada konteks kebudayaan. Didasari pula bahwa dengan jumlah kemlompok sukubangsa kurang lebih 700’an suku bangsa di seluruh nusantara, dengan berbagai tipe kelompok masyarakat yang beragam, serta keragaman agamanya, masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk yang sesunguh nya rapuh. Rapuh dalam artian dengan keragaman perbedaan yang di milikinya maka potensi konflik yang di punyai juga akan semakin tajam. Perbedaan=perbedaan yang ada dalam masyarakat akan terjadi pendorong untuk mempekuat isu konflik yang muncul di tengah-tengah masyarakat dan keragaman kebudayaan.

Liverpool Takkan Pinjamkan Raheem Sterling-Suso Terkini Juventus Tertarik Rekrut Putra Bebeto Selanjutnya Swansea City Pinjamkan Mark Gower Ke Charlton Athletic Anugerah Pamuji 15 Mar 2013 07:02:00 30 Raheem Sterling dan Suso merupakan bagian penting dari skuat Liverpool. OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter Bos Liverpool Brendan Rodgers menyatakan penolakannya melepas sementara Raheem Sterling dan Suso di bursa transfer. Ada laporan di Inggris yang mengklaim The Reds hendak menguangkan dua asetnya itu dengan status pinjaman. Namun, kini Rodgers maju untuk mengklarifikasi isu yang dianggap tidak benar. Bagi Rodgers, dua youngster-nya itu tetap menjadi bagian vital skuat Liverpool. "Mudah saja dan simpel, tak ada satupun dari mereka yang tersedia untuk dipinjamkan," cetus Rodgers kepada wartawan. "Saya tidak yakin di mana isu-isu itu berasal, jujur saja. Mereka berdua pemain muda yang telah banyak bermain di tahun ini, mereka banyak terlibat di tim ini." "Kami memiliki skuat yang sangat mini, dan kedua pemain muda ini merupakan bagian integral dari Liverpool. Jadi peminjaman itu tidak akan pernah terjadi," tandas Rodgers.
EPL - Liverpool vs Tottenham Hotspur, Luis Suarez and Stewart Downing Getty Images OLEH HAPPY SUSANTO Ikuti @hpysusanto di twitter Tendangan penalti Steven Gerrard memastikan kemenangan 3-2 yang didapat Liverpool saat menjamu Tottenham dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield, Minggu (10/3) malam WIB. Dengan kemenangan ini, The Reds menjaga asa untuk bisa finis di posisi empat besar di musim ini. Mereka naik ke peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 45 poin dari 29 pertandingan. Sementara itu, Spurs tetap ada di peringkat ketiga dengan raihan 54 poin. Tuan rumah langsung menggebrak pertahanan lawan di awal babak pertama ini. Serangan pasukan Brendan Rodgers itu banyak bertumpu pada Luis Suarez dan Daniel Sturridge. Peluang didapat pemain terakhir pada menit keempat. Usai melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, ia melepaskan sepakan, namun masih melambung di atas mistar gawang Hugo Lloris. Tottenham juga tidak kalah dalam melakukan inisiatif serangan. Mereka banyak mengandalkan serangan lewat pergerakan bintang mereka, Gareth Bale. Salah satu peluang diapat winger asal Wales itu, yakni pada menit ke-12. Tendangan bebasnya masih mampu diblok kiper Liverpool Bradley Jones. Empat menit berselang, Gylfi Sigurdsson memberikan bola kepada Bale yang diteruskan dengan tembakan ke arah gawang. Sayang, tendangannya kembali masih bisa diamankan Jones. Tuan rumah akhirnya unggul pada menit ke-21 lewat aksi Suarez yang berhasil memanfaatkan umpan Jose Enrique. Ini merupakan gol ke-29 milik striker asal Uruguay itu di musim ini. Setelah mengancam lewat sejumlah peluang, Spurs akhirnya bisa menyamakan kedudukan jelang pertandingan babak pertama akan berakhir. Usai menerima umpan silang dari Bale, tandukan Jan Vertonghen ke arah kanan gawang tanpa bisa dijangkau Jones. Di awal babak kedua, Tottenham lebih banyak melakukan inisiatif serangan. Pada menit ke-51, Bale mengawali serangan balik cepat dan memberikan bola kepada Jermain Defoe yang langsung melepaskan tembakan ke arah gawang, namun masih bisa ditepis Jones. Dua menit berselang, Vertonghen mencetak gol keduanya pada pertandingan ini sekaligus membuat Spurs unggul 2-1. Tendangan bebas Bale disambut dengan tandukan yang kurang sempurna dari Jamie Carragher, bola liar kemudian disambar dengan tendangan Vertonghen yang gagal diantisipasi Jones. Pada menit ke-58, Sigurdsson hampir saja membobol gawang Liverpool. Menerima umpan dari rekannya, ia melepaskan tendangan dari jarak dekat, namun bola mengenai tiang gawang setelah lebih dulu mengenai pemain belakang Liverpool. Liverpool akhirnya bisa mendapatkan gol penyama kedudukan pada menit ke-66. Stewart Downing menggiring bola ke dalam kotak penalti dan melepaskan tendangan ke arah gawang. Bola sempat melewati di antara dua kaki Vertonghen dan masuk ke dalam gawang. Kebangkitan The Reds terus berlanjut. Pada menit ke-82, mereka mendapat hadiah penalti setelah Benoit Assou-Ekotto menjatuhkan Suarez di dalam kotak penalti. Bertindak sebagai eksekutor, Gerrard mengarahkan bola ke sisi kiri gawang, mengecoh pergerakan Lloris yang justru ke arah kanan.


Steven Gerrard: Fans Layak Menerima Trofi Terkini Andre Villas-Boas Ingin Pupus Mimpi Liverpool Selanjutnya Branislav Ivanovic Akui Chelsea Tak Cukup Baik Defanie Arianti 10 Mar 2013 11:28:00 124 Stevie G mengungkapkan harapannya kembali ke papan atas Liga Primer demi memuaskan pendukung setia Liverpool OLEH DEFANIE ARIANTIJelang laga krusial menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (10/3) malam, kapten Liverpool Steven Gerrard mengutarakan harapannya mengembalikan tim ke papan atas klasemen setelah performa mereka menurun dalam beberapa musim terakhir. "Saya berharap [situasi Liverpool terus membaik]. Saya pikir kami terus meningkatkan performa setiap musim. Kami memiliki pelatih baru dengan ide-ide serta sistem baru dan kami bekerja keras melakoninya," papar Gerrard. "Saya pikir kami mulai melihat hasilnya, tapi tentu saja perjalanan masih panjang. Kami tahu ke mana kami ingin membawa tim ini." "Fans layak melihat trofi serta permainan di level Liga Champions. Itulah esensi Liverpool." Tidak bisa dipungkiri, kedatangan Luis Suarez membantu klub Merseyside kembali bersaing di Liga Primer. Namun, terlepas dari citra negatif striker Uruguay di mata publik, Gerrard berkeras, di luar lapangan Suarez sebenarnya individu pendiam dan penyayang keluarga. "Sebagai individu dia pendiam, pria penyayang keluarga. Saya berada di sebelahnya di ruang ganti dan setiap kali saya menanyakan apa yang akan dia lakukan, dia berkata akan berkumpul dengan keluarganya," papar pemain 32 tahun. "Tapi ketika dia melakoni sesi latihan atau pertandingan, dia adalah pemenang. Ketika anda berupaya meraih kemenangan melawan tim-tim besar, Luis Suarez adalah seseorang yang anda inginkan berada di tim anda."

Brendan Rodgers: Anfield Angker Lagi Terkini Gareth Barry Siap Bersaing Di Manchester City Selanjutnya Paul Gascoigne Akui Nyaris Meninggal Gunawan Widyantara 11 Mar 2013 08:56:00 59 Stevan Gerrad mencetak gol penalti jelang bubaran pertandingan untuk menyempurnakan ketertinggalan 2-1 menjadi kemenangan 3-2. OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter Manajer Liverpool Brendan Rodgers menyebut performa tim besutannya 'Luar biasa' saat mengalahkan Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Primer Inggris di Anfield. Stevan Gerrad mencetak gol penalti jelang bubaran pertandingan untuk menyempurnakan ketertinggalan 2-1 menjadi kemenangan 3-2. "Karakter yang dipelihatkan Liverpool pada pertandingan tadi luar biasa," kata Rodgers dilansir Sky Sports News. "Di awal musim pada pertandingan keras seperti ini biasanya Liverpool tidak bermain memuaskan. Tetapi semakin lama kami bekerja keras, tim ini semakin melebur." "Belakangan Liverpool berhasil mengembalikan keangkeran Anfield. Saya pikir aksi pemain sangat brilian melawan tim kuat seperti Tottenham. Tren ini harus berlanjut," tandasnya. Kemenangan atas Tottenham mengangkat posisi Liverpool ke peringkat keenam klasemen sementara.
Bakat Philippe Coutinho Dianggap Seperti Ronaldinho, Lionel Messi Terkini Roberto Mancini Ingin Carlos Tevez Ditangkap Selanjutnya Steven Taylor Didukung Jadi Bek Inti Inggris Theo Mathias 16 Mar 2013 13:57:00 26 Manajer Southampton khawatir dengan ancaman yang siap ditebarkan mantan anak asuhnya asal Brasil itu. OLEH THEO MATHIAS Ikuti di twitter Dalam persiapan sebelum jamuan Southampton terhadap Liverpool, manajer Southampton Mauricio Pochettino memuji bintang baru the Reds Philippe Coutinho. Pochettino paham betul kemampuan Coutinho, saat gelandang Brasil itu dipinjamkan ke Espanyol, di mana Pochettino menjadi pelatih musim lalu. "Di luar bakat pesulap yang dimilikinya, Coutinho juga pekerja keras, dan itu membuatnya diragukan apakah ia seperti tipe pemain Brasil atau pemain Eropa, karena etika kerjanya luar biasa," puji Pochettino. Manajer asal Argentina itu bahkan membandingkan Coutinho dengan Ronaldinho dan Lionel Messi, "Saya sungguh berpikir Coutinho punya kualitas sama dengan Ronaldinho dan Messi, tapi ia masih perlu banyak pembuktian." "Apa yang penting tentangnya adalah ia orang baik, rendah hati. Jelas bagi saya, Coutinho adalah pemain bertanggung jawab dan sungguh berdedikasi," lanjut Pochettino. Setelah ditransfer dari Inter pada jendela transfer Januari, Coutinho terus memukau fans the Reds dengan gol dan aksi individunya, dan Liverpool selalu meraih angka penuh di tiga pertandingan saat Coutinho bermain sejak awal.

الاثنين، 11 مارس 2013


Liverpool - Bagaimana Luis Suarez membawa Liverpool menanjak naik adalah sebuah hal yang patut diapresiasi. Catatan pun menunjukkan demikian. Suarez yang sedang on fire itu adalah finisher terbaik di Premier League saat ini. Ketika Robin van Persie tampak menurun dengan hanya mencetak satu gol dalam lima pertandingan terakhir, Suarez justru menggila. Dia adalah top skorer Premier League saat ini dan top skorer Premier League selepas tahun 2013 dimulai. Sebagai catatan, sejak tahun 2013 dimulai dan sampai pertandingan melawan Tottenham Hotspur tadi malam, Minggu (10/3/2013), Suarez sudah mencetak 9 gol. Satu-satunya pemain yang mendekatinya sebagai top skorer Premier League sejak tahun 2013 dimulai adalah Gareth Bale (7 gol). Sekali lagi, penyerang asal Uruguay itu menunjukkan bahwa kemampuan penyelesaian akhirnya memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Golnya ke gawang Hugo Lloris membuat kerjasama apik antara Jose Enrique dan Philippe Coutinho berakhir istimewa. Catatan lain, Suarez sudah membukukan 50 gol dalam 91 pertandingan bersama Liverpool. Sebagai perbandingan, Robbie Fowler membutuhkan 93 pertandingan untuk bisa mencapai jumlah tersebut. Masih kurang? Suarez juga tercatat mencetak 16 gol dalam 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi untuk Liverpool. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, dia sudah membukukan 7 gol. Efek tajamnya Suarez membuat finis di posisi empat besar bukan hal yang mustahil bagi Liverpool. Saat ini mereka hanya terpaut tujuh poin dari penghuni posisi empat, Chelsea, dengan sembilan pertandingan tersisa. Kendati demikian, Brendan Rodgers menyebut bahwa The Reds belum mau memikirkan soal finis di zona Liga Champions. "Itu adalah sesuatu yang sangat ingin kami dapatkan. Tapi, untuk saat ini kami belum mau memikirkannya," ucap dia. Apapun, Suarez tidak bisa dipungkiri telah menjadi katalis kebangkitan 'Si Merah' dalam beberapa laga terakhir. Yang menarik untuk disimak adalah ucapan Andre Villas-Boas sebelum Spurs bertemu Liverpool di Anfield berikut ini. "Ya, dia adalah pemain yang luar biasa. Anda tahu, dia membuat perbedaan dan seperti membawa tim di pundaknya dengan gol-gol yang dia ciptakan."
Manajer Liverpool Brendan Rodgers yakin kemenangan 3-2 klubnya atas Tottenham telah membuktikan bahwa mereka dapat menantang tim-tim papan atas Liga Primer. Kemenangan atas Spurs adalah pertama kalinya Reds mengalahkan tim yang masuk dalam delapan besar musim ini di Anfield. Berita terkait Liverpool akan coba hentikan Tottenham Liverpool 'bisa masuk' Liga Champions musim depan Absen di Liga Champions, utang Liverpool naik Link terkait Topik terkait Sepakbola, liga primer "Sepanjang musim orang berbicara bahwa kami tidak bisa mengalahkan siapa pun di 10 besar, sekarang kami mengalahkan klub delapan besar dan enam besar kemudian empat besar," kata Rodgers. "Pertandingan melawan Spurs adalah ujian berat dan mereka berhasil lolos." Liverpool gagal mengalahkan Manchester United, Manchester City, Tottenham, Chelsea, Arsenal, Everton atau West Brom sebelum kemenangan melawan Spurs. "Kami tahu kemana kami ingin melangkah tapi ini adalah titik penting dalam pertumbuhan kami," tambah Rodgers. Liverpool memimpin pertandingan melalui gol Luis Suarez, yang menjadi gol ke22 miliknya di Liga Primer musim ini. Stewart Downing dan Steven Gerrard melengkapi skor Reds sekaligus memastikan kemenangan mereka. "Kemenangan ini sangat penting bagi kami," kata Rodgers. brendan rogers Brendan Rogers: Pertandingan melawan Spurs adalah ujian "Kami memiliki performa luar biasa saat ini dan kami tahu pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi kualitas dan karakter kami. "Bagi kami, untuk mendapatkan tiga poin dan menunjukkan karakter sangat fantastis dan saya merasa bahagia untuk para pemain karena mereka bekerja sangat keras. "Anda lihat mentalitas grup ini. Saya pikir kami harus menunjukkan karakter yang berbeda dari yang sudah pernah kami tunjukkan dalam minggu-minggu terakhir ini. Liverpool terpaut tujuh poin dengan klub peringkat empat di Liga Champions, meski Rodgers menolak untuk hanyut pasca kemenangan atas Spurs saat ditanya tentang apa arti hasil itu bagi posisi di Liga. "Tidak, dan saya tidak ingin tahu posisi kami," kata dia. "Saya bahkan tidak memikirkan hal itu [kualifikasi untuk Eropa]. "Kami hanya terus mengumpulkan poin dan lihat kemana poin itu akan membawa kami."

الجمعة، 1 مارس 2013

Ujicoba Antarklub Berakhir Guangdong Sunray Cave F.C. Guangdong Sunray Cave F.C. 3 - 4 Liverpool Liverpool 16 Jul 2011 Ujicoba Antarklub Berakhir Malaysia XI Malaysia XI 3 - 6 Liverpool Liverpool 23 Jul 2011 Ujicoba Antarklub Berakhir Hull City Hull City 3 - 0 Liverpool Liverpool 29 Jul 2011 Ujicoba Antarklub Berakhir Galatasaray Galatasaray 3 - 0 Liverpool Liverpool 2 Agu 2011 Ujicoba Antarklub Berakhir Valerenga Valerenga 3 - 3 Liverpool Liverpool 6 Agu 2011 Ujicoba Antarklub Berakhir Liverpool Liverpool 2 - 0 Valencia Valencia 22 Jul 2012 Ujicoba Antarklub Berakhir Toronto FC Toronto FC 1 - 1 Liverpool Liverpool 26 Jul 2012 Ujicoba Antarklub Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 2 AS Roma AS Roma 29 Jul 2012 Ujicoba Antarklub Berakhir Liverpool Liverpool 0 - 0 Tottenham Tottenham 3 Agu 2012 Liga Europa Berakhir FC Gomel FC Gomel 0 - 1 Liverpool Liverpool 10 Agu 2012 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 3 - 0 FC Gomel FC Gomel 12 Agu 2012 Ujicoba Antarklub Berakhir Liverpool Liverpool 3 - 1 Bayer Leverkusen Bayer Leverkusen 18 Agu 2012 Liga Primer Inggris Berakhir West Bromwich Albion West Bromwich Albion 3 - 0 Liverpool Liverpool 24 Agu 2012 Liga Europa Berakhir Heart of Midlothian Heart of Midlothian 0 - 1 Liverpool Liverpool 26 Agu 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 2 - 2 Manchester City Manchester City 31 Agu 2012 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 1 Heart of Midlothian Heart of Midlothian 2 Sep 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 0 - 2 Arsenal Arsenal 15 Sep 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Sunderland Sunderland 1 - 1 Liverpool Liverpool 21 Sep 2012 Liga Europa Berakhir Young Boys Young Boys 3 - 5 Liverpool Liverpool 23 Sep 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 2 Manchester United Manchester United 27 Sep 2012 Piala Liga (Capital One Cup) Berakhir West Bromwich Albion West Bromwich Albion 1 - 2 Liverpool Liverpool 29 Sep 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Norwich City Norwich City 2 - 5 Liverpool Liverpool 5 Okt 2012 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 2 - 3 Udinese Udinese 7 Okt 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 0 - 0 Stoke City Stoke City 20 Okt 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 0 Reading Reading 26 Okt 2012 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 0 Anzhi Makhachkala Anzhi Makhachkala 28 Okt 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Everton Everton 2 - 2 Liverpool Liverpool 1 Nov 2012 Piala Liga (Capital One Cup) Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 3 Swansea City Swansea City 4 Nov 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 1 Newcastle United Newcastle United 9 Nov 2012 Liga Europa Berakhir Anzhi Makhachkala Anzhi Makhachkala 1 - 0 Liverpool Liverpool 11 Nov 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Chelsea Chelsea 1 - 1 Liverpool Liverpool 17 Nov 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 3 - 0 Wigan Athletic Wigan Athletic 23 Nov 2012 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 2 - 2 Young Boys Young Boys 25 Nov 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Swansea City Swansea City 0 - 0 Liverpool Liverpool 29 Nov 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Tottenham Tottenham 2 - 1 Liverpool Liverpool 1 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 0 Southampton Southampton 7 Des 2012 Liga Europa Berakhir Udinese Udinese 0 - 1 Liverpool Liverpool 9 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir West Ham United West Ham United 2 - 3 Liverpool Liverpool 15 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 1 - 3 Aston Villa Aston Villa 23 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 4 - 0 Fulham Fulham 27 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Stoke City Stoke City 3 - 1 Liverpool Liverpool 30 Des 2012 Liga Primer Inggris Berakhir Queens Park Rangers Queens Park Rangers 0 - 3 Liverpool Liverpool 3 Jan 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 3 - 0 Sunderland Sunderland 6 Jan 2013 Piala FA Berakhir Mansfield Town Mansfield Town 1 - 2 Liverpool Liverpool 13 Jan 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Manchester United Manchester United 2 - 1 Liverpool Liverpool 19 Jan 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 5 - 0 Norwich City Norwich City 27 Jan 2013 Piala FA Berakhir Oldham Athletic Oldham Athletic 3 - 2 Liverpool Liverpool 31 Jan 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Arsenal Arsenal 2 - 2 Liverpool Liverpool 3 Feb 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Manchester City Manchester City 2 - 2 Liverpool Liverpool 12 Feb 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 0 - 2 West Bromwich Albion West Bromwich Albion 15 Feb 2013 Liga Europa Berakhir Zenit Zenit 2 - 0 Liverpool Liverpool 17 Feb 2013 Liga Primer Inggris Berakhir Liverpool Liverpool 5 - 0 Swansea City Swansea City 22 Feb 2013 Liga Europa Berakhir Liverpool Liverpool 3 - 1 Zenit Zenit 3 Mar 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Wigan Athletic Wigan Athletic 00:30 WIB Liverpool Liverpool 9 Mar 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Liverpool Liverpool 22:00 WIB Tottenham Tottenham 16 Mar 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Southampton Southampton 22:00 WIB Liverpool Liverpool 30 Mar 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Aston Villa Aston Villa 22:00 WIB Liverpool Liverpool 6 Apr 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Liverpool Liverpool 21:00 WIB West Ham United West Ham United 13 Apr 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Reading Reading 21:00 WIB Liverpool Liverpool 20 Apr 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Liverpool Liverpool 21:00 WIB Chelsea Chelsea 27 Apr 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Newcastle United Newcastle United 21:00 WIB Liverpool Liverpool 4 Mei 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Liverpool Liverpool 21:00 WIB Everton Everton 12 Mei 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Fulham Fulham 21:00 WIB Liverpool Liverpool 19 Mei 2013 Liga Primer Inggris Terjadwal Liverpool Liverpool 21:00 WIB Queens Park Rangers Queens Park Rangers
More images Liverpool F.C. 1,086,829 followers on Google+ Liverpool Football Club is an English Premier League football club based in Liverpool. The club has won eighteen League titles, seven FA Cups and a record eight League Cups. Wikipedia Nickname: The Reds Founded: March 15, 1892 Manager: Brendan Rodgers Ground: Anfield Location: Liverpool League: Premier League Penubuhan Liverpool F.C. Liverpool F.C. ditubuhkan pada 15 Mac, 1892 oleh John Houlding, pemilik padang Anfield. John Houlding memutuskan untuk menubuhkan pasukan bola sepaknya sendiri selepas bertelingkah mengenai kadar sewa dengan tuan punya kelab Everton F.C. yang sebelum itu menyewa padang Anfield daripada John Houlding. Dalam 1891 John Houlding, membeli tanah lapang bersebelahan Anfield dan mencadangkan menaikkan sewaan daripada £100 kepada £250 setahun. Ahli-ahli kelab Everton membantah dan meninggalkan Anfield dan berpindah ke Goodison Park. Nama pasukan yang ditubuhkan oleh John Houlding pada asalnya hendak didaftarkan atas nama Everton, tetapi hajatnya ditolak oleh Persatuan Bolasepak England. John Houlding seterusnya memilih nama Liverpool untuk kelab barunya. Pada tahun 1894, Liverpool telah dipilih untuk menyertai liga bola sepak. Ditinggalkan dengan tanah kosong dan 3 orang pemain, John Houlding memutuskan untuk menubuhkan kelab bola sepaknya sendiri. Pada 15 Mac 1892, Liverpool F.C. ditubuhkan. . John McKenna dilantik menjadi Pengarah dan Pengurus Pasukan dan terus mengambil 13 orang pemain profesional dari Scotland untuk menyertai Liverpool. Kemasukan ke Liga Inggeris Permohonan Liverpool untuk menyertai Liga Bola Sepak Inggeris ditolak. Liverpool kemudiannya menyertai Liga Lancashire, dan menang permainan pertama mereka mengalahkan Higher Walton dengan jaringan 8-0 di Anfield. Gol pertama dijaringkan oleh Liverpool dan perlawanan kompetitif disumbat oleh Malcolm McVean. Pada penghujung musim pertama dalam Liga Lancashire, Liverpool muncul juara dan berjaya mengalahkan Everton 1-0 dalam perlawanan akhir Liverpool Senior Cup. Inilah pertama kali kedua pasukan tersebut bertemu dalam perlawanan “Derby”. Selepas itu, Liverpool dilantik menyertai Liga Bola sepak Inggeris. McVean juga menjaring gol pertama Liverpool dalam perlawanan Liga apabila Liverpool mengalahkan Middlesbrough Ironopolis. Liverpool mengakhiri musim pertama mereka dengan rekod tanpa kalah, dan menjuarai Divisyen 2 Liga Inggeris. Dalam perlawanan ujian menentang Newton Heath (kemudiannya menjadi Manchester United), Liverpool menang 2-0 dan dinaikkan untuk menyertai ke Divisyen 1 Liga Bola Sepak Inggeris. Dalam tahun 1896, Liverpool menukar warna jersi mereka daripada biru dan putih kepada jersi merah dan putih. Dalam tahun 1901, Liverpool memenangi kejuaraan Liga mereka yang pertama, pencapaian itu dapat diulangi dalam tahun 1906. Liverpool pertama kali bertanding dalam perlawanan akhir Piala F.A. dalam tahun 1914 tetapi tewas 1-0 kepada pasukan Burnley. Perlawanan itu adalah perlawanan kali terakhir diadakan di Crystal Palace, dan dihadiri oleh King George V. Dalam tahun 1922 dan 1923, Liverpool menang kejuaraan Liga Inggeris dua tahun berturut-turut, dengan pasukan yang diketuai Ephraim Longworth. Tetapi selepas itu, Liverpool ketandusan kejayaan sehinggalah menjadi juara semula dalam tahun 1947. Liverpool juga menjadi naib juara Piala F.A. tahun 1950. Zaman Gemilang Di Bawah Pengurusan Bill Shankly Bill Shankly Seorang Lagenda di Liverpool FC Bill Shankly menjadi pengurus Liverpool bulan Disember 1959. Dalam tempoh 15 tahun berikutnya, Bill Shankly membawa Liverpool menjadi salah satu pasukan paling ternama di Eropah. Dalam tahun pertama pengurusannya, beliau membuang 24 orang pemain. Beliau membeli Ian St. John dan Ron Yeats dari Scotland selepas mendapatkan striker Roger Hunt, pemain sayap Ian Callaghan dan pemain pertahanan Gerry Byrne. Dalam musim ketiga pengurusannya, Bill Shankly memenangi kejuaraan Divisyen Kedua Liga Inggeris dengan jurang 8 mata dan dinaikkan bertanding dalam Divisyen Satu Liga Inggeris. Sejak itu, Liverpool kekal di dalam Divisyen paling atas Liga Inggeris sehinggalah ke hari ini. Liverpool tidak pernah mengakhiri musim pertandingan dengan kedudukan lebih rendah daripada tempat ke-8. Tahun 1964 menyaksikan Liverpool menjulang kejuaraan Divisyen Satu Liga Inggeris buat kali pertama dalam masa 17 tahun. Pada tahun itu juga Bill Shankly menukar warna jersi Liverpool daripada merah dan putih kepada warna merah keseluruhan, dan warna tersebut kekal digunakan hingga ke hari ini. Di musim berikutnya, Liverpool pertama kali memenangi Piala F.A. setelah mengalahkan Leeds United 2-1 dalam perlawanan akhir. Liverpool juga pertama kali beraksi dalam pertandingan di benua Eropah, tetapi tersekat di peringkat separuh akhir Apabila dikalahkan Inter Milan. Liverpool pertama kali bertanding di peringkat akhir pertandingan Eropah dalam tahun 1966 apabila mereka tewas pertandingan untuk Piala Pemenang-Pemenang Eropah (European Cup Winners Cup, kini Piala UEFA) kepada Borussia Dortmund. Bill Shankly memperkuatkan skuad pemainnya. Beliau membeli Emlyn Hughes dan Ray Clemence daripada kelab-kelab dalam Liga bawahan. Beliau kemudian mendapatkan Kevin Keegan dalam tahun 1971 dan pasukan yang beliau bawa sejak tahun 1960-an ditukarkan secara perlahan dengan pemain-pemain baru. Tahun 1973 membawa kejayaan besar bagi Liverpool dan Bill Shankly. Liverpool menang kejuaraan Liga buat kali kelapan, dan mencapai kejayaan pertama di Eropah apabila memenangi Piala UEFA setelah mengalahkan Borussia Moenchengladbach. Pada tahun 1974, Liverpool menjadi juara Piala F.A. tetapi menerima kejutan apabila Bill Shankly mengumumkan perletakan jawatannya sebagai pengurus Liverpool. Beliau memberi alasan tekanan yang semakin bertambah selepas 15 tahun menerajui Liverpool. Walaupun Liverpool memujuk Bill Shankly untuk menarik semula keputusan untuk berhenti, Bill Shankly tetap dengan keputusannya dan mencalonkan Bob Paisley sebagai penggantinya. Tradisi Boot Room Masa Bill Shankly menerajui Liverpool, satu tradisi baru telah dimulakan. Beliau banyak menggunakan kumpulan yang dipanggil Kumpulan “Boot room” kerana kumpulan ini berjumpa dan berbincang di dalam bilik yang digunakan untuk menyimpan but dan pakaian pemain-pemain bola. Bilik ini terletak di bawah Main stand di Anfield. Semasa Bill Shankly dilantik menjadi pengurus Liverpool, beliau membuat rombakan besar kepada skuad pemainnya. Daripada kumpulan jurulatih, beliau mengekalkan Bob Paisley, Reuben Bennett dan Joe Fagan. Kumpulan ini dijadikan asas kepada Kumpulan Boot room Liverpool. Kumpulan ini membincangkan prestasi pemain, kaedah latihan, taktik permainan dan membuat penilaian mengenai pasukan lawan untuk permainan berikutnya. Keahlian kumpulan ini menyeluruh, daripada jurulatih sehinggalah kepada pengintip yang membuat tinjauand an kajian mengenai pasukan lawan. Ahli-ahli Kumpulan boot room termasuk Bob Paisley, Ronnie Moran, Joe Fagan, Reuben Bennett dan Roy Evans. Geoff Twentyman menjadi pencari bakat, dan membawa pemain seperti Alan Kennedy ke Anfield. Geoff Twentyman menyamar ketika melihat pemain-pemain yang sedang dinilai, supaya tiada siapa yang tahu bahawa Liverpool berminat dengan pemain tersebut. [1]. Phil Thompson juga menjadi ahli Boot room sehingga beliau dipecat oleh Greame Souness. Antara perubahan yang dibawa oleh Bill Shankly dan pasukan Boot Room adalah menjadikan pusat latihan di Melwood menjadi pusat latihan moden dan lengkap. Permainan 5 sebelah diperkenalkan untuk memupuk falsafah permainan Liverpool - Pass and move, keep it simple. Pemain akan lapor diri di Anfield dan pergi ke Melwood dengan bas, dan selepas berlatih akan pulang ke Anfield dengan bas. Pemain-pemain makan bersama, dan makanan dikawal. Pemain-pemain akan dipastikan mengadakan latihan "warm down' dengan betul untuk menghindarkan kecederaan. Kejayaan rutin yang diperkenalkan dapat dilihat dengan nyata apabila Liverpool menjadi juara dalam tahun 1966 dengan hanya menggunakan 14 orang pemain. Ahli-ahli kumpulan boot room sering dipilih sebagai pengurus Liverpool – Bob Paisley, Joe Fagan, Ronnie Moran, Roy Evans semuanya anggota penting kumpulan Boot room. The Boot Room History Bob Paisley Menyambung Tradisi Bob Paisley Anggota Kumpulan Boot Room Seterusnya Menjadi Pengurus Paling Berjaya Liverpool Setelah Bill Shankly bersara, jawatan Pengurus Liverpool diamanahkan kepada Bob Paisley. Selama sembilan musim di mana beliau menjadi Pengurus, Liverpool memenangi 21 buah Piala termasuk 3 kejuaraan Piala Eropah (kini Piala Juara-Juara), 1 Piala UEFA, 6 kejuaraan Liga Inggeris dan tiga kejuaraan Piala Liga (kini dipanggil Piala Worthington). Bob Paisley juga membawa masuk pemain-pemain lagenda Liverpool seperti Graeme Souness, Ian Rush, Alan Hansen dan Kenny Dalglish. Dalam tahun 1977, Liverpool buat pertama kali memenangi Piala Eropah mengalahkan Borussia Moenchengladbach 3-1 dalam masa tambahan. Permainan tersebut adalah kali terakhir Kevin Keegan beraksi untuk Liverpool sebelum perpindahannya ke SV Hamburg. Liverpool berjaya mempertahankan kejuaraan Piala Eropah dalam tahun 1978 apabila mengalahkan FC Bruges1-0. Tahun 1979 merupakan kemuncak kerjaya Bob Paisley sebagai pengurus Liverpool. Bukan sahaja Liverpool menjuarai Liga Divisyen Satu Inggeris, tetapi pasukan itu menang dengan mengumpul 68 mata dan dengan hanya 16 gol dibolos pihak lawan dalam 42 perlawanan. Untuk musim 1980, Liverpool muncul sekali lagi sebagai juara Liga. Pada tahun 1981, Bob Paisley berjaya membawa pulang Piala Eropah buat kali ketiga baginya dengan kemenangan 1-0 mengatasi Real Madrid C.F. Tetapi disebalik kejayaannya, Paisley tidak pernah memenangi Piala F.A. dan Piala Liga. Liverpool menang Piala Liga pada tahun tersebut, hasil jaringan gol oleh Alan Hansen. Bob Paisley Joe Fagan dan Tragedi Heysel Joe Fagan, jurulatih veteran Liverpool dan ahli Kumpulan boot room menggantikan Bob Paisley sebagai pengurus dalam tahun 1983. Musim pertama beliau sebagai Pengurus menyaksikan Liverpool memenangi 3 kejuaraan utama – kejuaraan Liga Divisyen Satu Inggeris, Piala Liga dan Piala Eropah. Di musim kedua, Liverpool sekali lagi berjaya ke pertandingan Akhir Piala Eropah. Perlawanan di Stadium Heysel menyaksikan tragedi dimana 39 orang penyokong Juventus terbunuh akibat runtuhan tembok penahan yang tumbang disebabkan rempuhan penonton, dan dikatakan berpunca daripada rusuhan oleh penyokong Liverpool. Pasukan Liverpool dengan berat hati meneruskan perlawanan yang ditunda akibat kemelut rusuhan, tetapi tewas 1-0 di tangan Juventus. Liverpool seterusnya digantung daripada menyertai pertandingan di anjuran UEFA selama 6 musim. Joe Fagan meletak jawatan selepas insiden ini. Kenny Dalglish Dalam tahun 1985, Kenny Dalglish dilantik menjadi Pengurus Liverpool, Walaupun ketika itu beliau masih lagi aktif sebagai pemain dalam kesebelasan utama. Dalam musim pertama di bawah pimpinan beliau, Liverpool berjaya mengalahkan musuh ketat Everton 3 -1 dalam perlawanan akhir Piala F.A. dan juga muncul juara Liga. Musim berikutnya, Kenny Dalglish hampir berjaya mengulangi kejayaan musim pertamanya apabila Liverpool sekali lagi mengalahkan Everton dalam perlawanan akhir Piala F.A. Liverpool juga akan muncul juara Liga sekiranya dalam bertahan seri dengan Arsenal dalam perlawanan akhir Liga di gelanggang sendiri di Anfield. Namun harapan penyokong Liverpool hancur lebur apabila Michael Thomas menjaringkan gol untuk pasukan Arsenal dalam minit-minit terakhir perlawanan. Walaupun Liverpool dan Arsenal mempunyai bilangan mata sama banyak, dan mempunyai perbezaan gol yang sama banyak, Arsenal telah ditabalkan menjadi juara kerana telah menjaringkan lebih banyak gol pada musim tersebut. Michael Thomas kemudiannya berpindah ke Liverpool. Tetapi kejayaan Piala F.A. dihantui oleh Tragedi Hillsborough. Pada 22 Februari 1991, selepas separuh musim dijalankan, Liverpool dikejutkan dengan pengumuman bahawa Kenny Dalglish hendak meletakkan jawatan sebagai pengurus Liverpool dengan alasan tidak lagi berupaya menanggung tekanan sebagai pengurus. Beliau digantikan sementara oleh Ronnie Moran, jurulatih pasukan utama Liverpool. Beberapa minggu kemudian, Graeme Souness dipilih sebagai pengurus. Walau apapun, Liverpool di bawah pimpinan Kenny Dalglish berjaya menang 3 kejuaraan Divisyen Satu Liga Inggeris dan 2 kejuaraan Piala F.A. Tidak kejayaan dicatat di kejuaraan peringkat Eropah kerana Liverpool menjalani penggantungan selama 6 musim. Tragedi Hillsborough Memorial Memperingati 96 Penyokong Liverpool Yang Terkorban Di Hillsborough. Tragedi Hillsborough merupakan satu tamparan hebat kepada Liverpool. Tragedi ini berlaku semasa perlawanan separuh akhir Piala F.A. tahun 1989. Beratus-ratus penyokong Liverpool terhimpit disebabkan oleh luruan penonton yang melarikan diri daripada kebakaran di salah satu teres tempat duduk penonton di Stadium Hillsborough. 94 orang penyokong Liverpool mati pada hari kejadian, sementara seorang lagi maut 4 hari kemudian. Mangsa ke –96 mati selepas berada 4 tahun di dalam koma. Laporn Taylor yang disiapkan selepas siasatan oleh Suruhanjaya Tayor mengenalpasti kesesakan berlebihan penonton dan kegagalan kawalan polis sebagai punca tragedi. Kini, satu memorial telah dibina di Anfield untuk memperingati 96 penyokong tersebut. Mereka juga diabadikan dengan dua nyalaan api kekal di dalam logo rasmi kelab Liverpool. Memorial Hillsborough terletak bersebelahan Shankly Gates di Anfield. [2] [3] Majlis memperingati mereka diadakan setiap tahun. Liverpool akan meminta menangguhkan perlawanan sekiranya tarikh perlawanan bercanggah dengan tarikh memperingati kumpulan 96 Hillsborough. Graeme Souness - Bermulanya Kemelesetan Liverpool Kajian akan menunjukkan bahawa kemelesetan Liverpool bermula apabila Graeme Souness dilantik menjadi Pengurus. Walaupun beliau berjaya memenangi satu kejuaraan Piala F.A., pengurusan beliau dianggap sebagai zaman meleset dan mulanya kejatuhan Liverpool sebagai pasukan yang menguasai bola sepak Inggeris, dan digantikan oleh Manchester United di bawah pimpinan Alex Ferguson. Dalam tahun 1993, Liverpool hanya menduduki tangga ke-6 dalam Liga Perdana dan tidak memberikan cabaran langsung kepada pasukan-pesukan yang mencabar untuk kejauraan tersebut. Tahun 1994 juga tidak menunjukkan perubahan, dan Graeme Souness meletakkan jawatan apabila Liverpool ditewaskan mengjut oleh Bristol City dalam perlawanan piala F.A. dalam tahun 1992 setelah mengalahkan Sunderland Penganalisis mengatakan bahawa Graeme Souness telah mengenepikan ataupun melepaskan pemain-pemain utama dan membawa masuk pemain-pemain yang kurang menyerlah. Antara pemain yang dilepaskan oleh Graeme Souness adalah Steve McMahon yang dijual kepada Manchester City apda usia 30 tahun, walaupun beliau boleh terus menyumbang untuk 2 atau 3 tahun lagi. Malangnya, Graeme Souness tidak mencari pemain ganti yang sama kaliber dengan Steve McMahon, dan kesannya, keupayaan pasukan secara keseluruhannya terjejas. Penggunaan taktik yang tidak mantap, kesilapan mengendalikan perpindahan masuk pemain dan pengurusan manusia yang kurang baik membawa kesan negatif kepada Liverpool dan meluncurkan kemelesetan pasukan yang pernah menjadi pasukan agung di Eropah. Desas-desus mengenai pertelegahan di dalam bilik persalinan begitu banyak sekali, sehingga Ian Rush menyatakan kepada penemuramah Sky Sports bahawa "cawan teh berterbangan" tidak menjadi perkara baru. Greame Souness menuduh pemain-pemain senior tidak bersemangat dan memberikan peluang kepada pemain-pemain muda seperti Steve McManaman. Roy Evans Roy Evans dilantik menggantikan Greame Souness. Tetapi Roy Evans tidak dapat mencapai kejayaan yang diharapkan. Walaupun kedudukan liga diperbaiki, Liverpool hanya mendapat tidak dapat mencapai kedudukan lebih tinggi daripada tempat ketiga dalam tempoh 5 tahun di bawah pengurusannya. Roy Evans menggunakan sisten 5-3-2 yang agak defensif. Kejayaan tunggal Roy Evans adalah dengan memenangi Piala Liga dalam tahun 1995 mengalahkan Bolton Wanderers. Semasa beliau menjadi pengurus, Liverpool tewas 1-0 kepada Manchester United dalam perlawanan akhir Piala F.A. dalam tahun 1996. Gerard Houllier Gerard Houllier dilantik menjadi pengurus bersama dalam tahun 1998-1989, tetapi perkongsian tersebut gagal. Roy Evans akhirnya melepaskan jawatan Pengurus Liverpool separuh jalan musim tersebut. Tahun 2001 merupakan musim paling berjaya buat Liverpool sejak peninggalan Kenny Dalglish. Pemain-pemain muda seperti Michael Owen, Robbie Fowler dan Steven Gerrard digandingkan dengan pemain berpengalaman seperti Sami Hyypia dan Liverpool mengakhiri musim tersebut di tempat kedua, dan melaykkan diri untuk pertandingan Liga Juara-Juara. Liverpool juga berjaya memenangi tiga kejuaraan tahun tersebut, iaitu kejuaraan Piala Liga, Piala F.A. dan Piala UEFA. Liverpool juga menang Community Shield and European Super Cup. Liverpool menag lagi Piala Liga dalam tahun 2003, tetapi Liverpool tidak dapat bersaing dengan juara Liga. Pada tahun itu, Liverpool ketinggalan 30 mata berbanding Arsenal, juara Liga tahun tersebut. Desakan penonton yang semakin resah memaksa Gerard Houllier melepaskan jawatan pengurus. Gerard Houllier disalahkan kerana membelanjakan wang yang banyak membeli pemain-pemain yang tidak dapat beraksi dengan baik di Liga Perdana. Antaranya adalah pembelian Salif Diao dan El-Hadji Diouf, Bruno Cheyrou. Gerard Houllier berjaya membeli Djibril Cisse dari Auxerre tetapi tidak dapat bekerja bersama Djibril Cisse kerana beliau meletak jawatan sebelum Djibril Cisse melaporkan diri di Liverpool. Rafael Benítez Rafael Benítez mengambil alih jawatan pengurus Liverpool, tetapi dalam tahun pertama beliau menjadi pengurus, Liverpool hanya berupaya menduduki tempat kelima. Liverpool tewas dalam pertandingan akhir Piala Liga apabila ditewaskan oleh Chelsea F.C.. Liverpool juga terkeluar daripada pertandingan Piala F.A. apabila tewas kepada Burnley hasil jaringan gol sendiri oleh Djimi Traore. Hanya kemaraan Liverpool memberikan semangat kepada penyokong Liverpool. Tetapi musim berakhir dengan gemilang untuk Liverpool apabila menang pertandingan akhir Piala Eropah walaupun Liverpool ketinggalan 3-0 dalam perlawanan menentang A.C. Milan. Liverpool menunjukkan permainan yang hambar semasa sepruh masa pertama dan Kaka bermain baik untuk A.C. Milan. Rafael Benítez melakukan pertukaran dengan memasukkan Dietmar Hamann dalam separuh masa kedua, dan kejayaan Dietmar Hamann mengekang pergerakan Kaka membolehkan Liverpool melawan balik dan menjaringkan 3 gol, menjadikan kedudukan 3-3. perlawan berakhir dengan sepakan penalti, dan Jerzy Dudek menjadi wira apabila berjaya menahan sepak penalti pemain A.C. Milan. Rafael Benítez mengenalpasti ketiadaan konsistensi sebagai punca Liverpool tidak dapat menyaingi Chelsea F.C., Manchester United dan Arsenal. Tambahan pula liverpool mengakhiri musim satu tangga di bawah Everton F.C. yang menduduki tempat keempat. Dalam tahun 2005-06, Liverpool mengumpul 82 mata, jumlah mata paling tinggi dikumpul oleh Liverpool sejak permulaan Liga Perdana. Liverpool juga menang Piala F.A. selepas menewaskan West Ham juga dengan sepakan penalti.